Surah Al-Baqarah ayat 153. فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣. Yaaa ayyuhal laaziina aamanus ta'iinuu bissabri was Salaah; innal laaha ma'as-saabiriin. Akhlak yang baik kepada Allah Subhanahu wa ta'ala adalah ridha terhadap hukum-Nya baik secara syar'i maupun secara takdir. Ia menerima hal itu dengan lapang dada dan tidak mengeluh. Tidak marah dan bersedih. Jika Allah Ta'ala menakdirkan sesuatu kepada seorang muslim yang tidak disukai oleh muslim itu, dia merasa ridha, menerima, dan bersabar.
Husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik. Lawan kata husnuzan adalah suuzan yakni berprasangka buruk terhadap seseorang. Hukum kepada Allah dan rasul nya wajib, wujud husnuzan kepada Allah dan Rasul-Nya antara lain: Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah Allah dan Rasul-Nya Adalah untuk kebaikan manusia
A. Menjaga hati agar tetap taqorrub kepada Allah B. Dapat menciptakan kenyamanan bagi lingkungan C. Masyarakat terhindar dari kejahatan yang merugikan D. Dapat menghilangkan ketahanan jasmani manusia E. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani dari penyakit 6. Hukuman zina dapat dijatuhkan kepada pelakunya, apabila terpenuhi syarat-syarat berikut Dari ayat tersebut, dapat dipahami bahwa takwa adalah suatu integrasi hubungan antara iman (kepada Allah), Islam (bentuk ibadah mahdah) dan ihsan (sosial kemasyarakatan). Takwa ini juga disinggung dalam surah Ali-Imran: 102 yang mana Allah memerintahkan orang-orang mukmin supaya bertakwa dengan "sebenar-benar takwa". "Bertaqwa kepada Allah dan berakhlak dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah) "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan RasulNya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah

Keluhuran akhlak itu terbagi dua. Yang Pertama, akhlak yang baik kepada Allah, yaitu meyakini bahwa segala amalan yang anda kerjakan mesti (mengandung kekurangan/ketidaksempurnaan) sehingga membutuhkan udzur (dari-Nya) dan segala sesuatu yang berasal dari-Nya harus disyukuri. Dengan demikian, anda senantiasa bersyukur kepada-Nya dan meminta

Dan perbaikilah hubungan di anatara kalian.dan tetaplah teguh untuk taat kepada Allah dan rasulNya, bila kalian orang-orang yang beriman. Sebab sesungguhnya keimanan itu akan mengajak kepada ketaatan kepada Allah dan rasulNya." Termasuk dalam perbaikan diantara sesama adalah membaguskan akhlak kepada mereka dan memaafkan mereka yang j4Geq.
  • 37g9x90gqv.pages.dev/467
  • 37g9x90gqv.pages.dev/69
  • 37g9x90gqv.pages.dev/466
  • 37g9x90gqv.pages.dev/122
  • 37g9x90gqv.pages.dev/188
  • 37g9x90gqv.pages.dev/95
  • 37g9x90gqv.pages.dev/201
  • 37g9x90gqv.pages.dev/161
  • akhlak kepada allah dan rasulnya