Boilersendiri merupakan bagian terpenting pada pabrik pengolahan kelapa sawit. Selain digunakan untuk proses ‘perebusan’ kelapa sawit, boiler juga menghasilkan uap panas (steam) yang akan dikonversi menjadi energi penggerak turbin-turbin. Termasuk turbin penggerak untuk menghasilkan energi listrik.
Turbine Uap di Pabrik Kelapa Sawit Gbr Turbin uap 1000 KVA Urat nadi di pabrik kelapa sawit PKS adalah uap. Uap dihasilkan oleh boiler dengan tekanan kerja normal 20 bar dengan kapasitas uap tergantung disain boiler. Untuk kondisi normal, boiler minimal efektif mampu menghasilkan uap 60% dari kapasitas olah per jam PKS. Jika kapasitas olah per jam = 30 ton TBS/jam x 60% maka jumlah uap minimal yang harus dihasilkan boiler 18 ton uap/jam. Dengan demikian konsumsi uap normal turbin sama dengan kapasitas normal boiler sama dengan kebutuhan maksimal uap PKS. Dengan kapasitas uap normal boiler, turbin harus mampu menggerakkan seluruh stasiun PKS tanpa bantuan PLN, Genset, PLTA atau sumber energi lainnya, sehingga self energy tercipta di PKS. Tekanan kerja normal turbin tidak sama dengan tekanan kerja normal boiler. Hal ini akibat adanya energy loss diinstalasi pipa uap antara turbin dengan boiler. Menurut pengalaman, energy loss dari boiler ke turbin normalnya maksimal 1 bar dan titik inlet ke nozel turbin 2 bar, sehingga total energy loss hingga kesudu turbin uap mampu mencapai 3 bar. Maka jika kita memilih turbin uap untuk PKS tidak boleh berdasarkan tekanan normal boiler = 20 bar. Jika persyaratan turbin uap kita minta 20 bar, berarti tekanan boiler kita harus 23 bar, tentu hal ini tidak mungkin diterapkan. Selama proses pengolahan buah sawit berlangsung kestabilan tidak mungkin terjadi terus menerus oleh sebab itu kita beramsumsi tekanan boiler 18 bar, turbin uap mampu beroperasi pada tekanan 15-16 bar dengan kapasitas uap 60% x kapasitas olah pabrik/jam. Dengan demikian turbin uap yang hemat komsumsi uap tidak direkomendasikan karena kebutuhan uap untuk proses pengolahan pasti akan kurang. Jika konsumsi turbin uap boros juga tidak dianjurkan karena pada kondisi fluktuasi terendah turbin tidak mampu menopang seluruh kebutuhan energi listrik proses pengolahan. Selain faktor tekanan uap dari sisi in let turbin, kita juga harus memperhatikan kemampuan turbin uap melayani tekanan balik uap. Hal ini karena uap bekas turbine "ditampung" di tanki BPV dengan tekanan normal 3 bar. Kenapa 3 bar? karena kebutuhan tekanan kerja uap di sterilizer 3 bar. Oleh sebab itu turbin uap harus mampu melayani tekanan uap balik antara 3-4 bar. Oleh karena itu hati-hati dalam memilih turbin uap untuk proses pengolahan pabrik kelapa sawit.
Dalampabrik kelapa sawit Ketel uap (Boiler) merupakan jantung dari sebuah pabrik kelapa sawit. Dimana, ketel uap ini lah yang Fabrikasi Boiler Bahan Bakar Cangkang Sawit – Bakar cangkang sawit menjadi pilihan. Ketersediaan cangkang sawit sangat besar dan sangat mudah diperoleh di wilayah pabrik. Dapat mengurangi limbah
Turbindisini adalah turbin uap dimana sumber penggerak generatornya adalah uap yang dihasilkan dari ketel uap. Selain turbin alat lain di pabrik kelapa sawit yang membutuhkan uap seperti di sterilizer (Alat untuk memasak TBS) dan distasiun pemurnian minyak (Klarifikasi), oleh karena itu kualitas uap yang dihasilkan harus sesuai dengan
Adapunturbin uap digunakan merupakan sebagai fluida kerja, sehingga menghasilkan bahan bakar seperti pada pabrik kelapa sawit, bahan bakar pada turbin uap adalah untuk membantkgki an besarnya tenaga uap, sehingga turbine uap mendistribusikan ke 3 bagian seperti melalui pipa-pipa rebusan, minyakan dan
Turbinuap yang berada di pabrik kelapa sawit atau steam turbin pabrik sawit tidak dapat digerakkan oleh sembarangan orang. Uap yang memiliki penekanan tinggi cukup beresiko, karena uap bertekanan tinggi ini akan diganti temperaturya oleh kondensor. Peralihan temperatur dari tinggi ke rendah ini mengganti uap jadi air dan dipompa kembali lagi
1 Gambar Turbin Uap Gambar 6.2 Turbin Uap . 2) Spesifikasi Turbin dan Generator Tabel 6.1 Spesifikasi Turbin No Uraian Pembangkit Kondisi . 1 Turbine Generator No 1 a. Turbin Merk Dresser Rand Serial No D6446 KW 1450 Inlet Press 21 kg/cm 2 G Exh. Press 3,2 kg/cm 2 G Inlet Temp 216 ° C Exh. Temp 145 ° C RPM 5400
Uapyang di hasilkan dari ketel uap kemudian di distribusikan ke turbin uap sebagai penggerak dan bila tekanan uap kurang pada BPV (Back Pressure Vessel) maka uap akan langsung masuk melalui pipa suplaysi, sebelum di gunakan untuk pengolahan kelapa sawit. Pada umumnya ketel uap yang digunakan di pabrik kelapa sawit adalah sejenis pipa air
pengoperasianPabrik Kelapa Sawit (PKS). Turbin uap tersebut berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Dalam pengolahan kelapa sawit di PKS akan menghasilkan produk berupa minyak sawit (crude palm oil) dan inti sawit (kernel), Dalam proses pengolahan tersebut, salah
FFB4. 37g9x90gqv.pages.dev/21937g9x90gqv.pages.dev/46037g9x90gqv.pages.dev/15637g9x90gqv.pages.dev/4537g9x90gqv.pages.dev/3937g9x90gqv.pages.dev/44337g9x90gqv.pages.dev/19237g9x90gqv.pages.dev/284
turbin uap pabrik kelapa sawit